Susu merupakan sumber kalsium yang penting bagi manusia. Tidak sembarang susu, susu segar dari sapi dengan pengolahan yang baik dan juga pemberian pakan kepada sapi yang baik akan menghasilkan susu yang terbaik. Taukah anda menurut di Indonesia sekitar 1.750 responden mendapati bahwa konsumsi susu pada remaja hanya 50 persen dari yang seharusnya dikonsumsi. saat ini konsumsi susu di Indonesia paling rendah sekitar 11,7 liter/tahun/kapita (data tahun 2009) dan jauh berada dibawah Malaysia dengan 30 liter/tahun/kapita dan Vietnam sebesar 12 liter per kapita per tahun.

 

Pakar kesehatan masyarakat yang sekaligus Ketua Pusat Kajian Nutrisi dan Studi Kesehatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI)Ahmad Syafiq, menjelaskan kurangnya energi dan protein mengakibatkan lemahnya daya ingat dan konsentrasi serta kekurangan energi saat beraktivitas ketika berada di sekolah. Dan kekurangan energi yang berasal dari protein merupakan permasalahan nutrisi yang dialami oleh hampir seluruh kelompok usia keluarga Indonesia, terutama di usia sekolah (6-12 tahun), pra-remaja (13-15 tahun), remaja (16-18 tahun) dan ibu hamil. Jadi susu merupakan sumber kalsium yang penting kan? Lalu bagaimana merawat sapi perah yang baik agar menghasilkan kualitas susu yang baik?

 

  1. Idealnya pemberian makan sapi yang baik adalah dengan memberi makanan dengan takaran 10% dari berat tubuh. (contoh: rumput gajah dan rumput kaliandra). Jangan memberi makan berupa katul karena hanya akan menambah kuantitas dan akan mengurangi kualitas susu yang dihasilkan. Jangan memberikan makan sapi saat diperah, karena air susu sapi dapat menyerap aroma dari pakan ternak sapi tersebut.
  2. Proses memerah susu idealnya dalam waktu sehari, sapi dapat diperah 2-3 kali. Jika pemerahan tidak dilakukan lebih dari sehari akan mengalami peradangan (maritis). Sebelum diperah usahakan selalu membersihkan bagian paha dan puting sapi dengan kain yang dibasahi air panas untuk menjaga susu agar tidak terkontaminasi.
  3. Kondisi sapi juga sangat menentukkan bagus tidaknya susu yang dihasilkan. Ketika sapi akan melahirkan berat jenis susu juga akan mengalami penurunan. Selain itu sapi yang tidak sehat juga dapat mempengaruhi kualitas susu dan bahkan penyakit TBC, Anthrax (ciri-ciri keluarnya darah dari hidung), dan brucellosis (Sapi dapat mengalami keguguran).
  4. Perawatan kandang sapi berupa pembersihan sapi dan kandangnya sangat baik dilakukan sebelum sapi diperah. Tujuannya untuk meminimalisir bakteri yang dapat mempengaruhi kualitas susu. Tempat pembuangan kotorannya pun diusahakan sejauh mungkin dari kandang sapi.
  5. Faktor jenis sapi juga mempengaruhi kualitas susu. Karena, 60% kualitas susu ditentukan oleh pakan dan 40% ditentukan dari pakannya. Sedangkan untuk kuantitas susu 60% ditentukan oleh jenis sapi dan 40% ditentukan oleh perawatan sapi.
  6. Faktor usia sapi juga sangat mempengaruhi. Idealnya sapi dapat diperah ketika berumur 2,5-3 tahun. Jika sudah beranak sampai 5 kali, sebaiknya proses pemerahan harap diperhatikan karena puncak produksi susu ketika laktamasi ke-3 (setelah 3 kali melahirkan)akan menyebabkan penurunan kuantitas namun kualitas susu semakin bagus.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY